Site Meter

are you sure want to logout?
  • registrasi
  • ulala

Ekonomi makro atau makroekonomi adalah analisa tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi mempelajari tentang perubahan ekonomi yang dapat mempengaruhi banyak rumah tangga (household) sebagai end user, perusahaan sebagai produsen, dan pasar, tempat terjadinya transaksi berdasarkan Need and Want atau Supply and Demand.

Ekonomi makro berguna untuk mengetahui target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.


Salah satu yang digunakan pada analisa ekonomi makro yang berhubungan dengan kondisi ekonomi pada pasar saham yaitu :
  • Stabilitas moneter , sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
  • Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.

Variabel-variable yang perlu dipahami yaitu :
  • Besar pendapatan nasional (GNP) / kemiskinanan dan pemerataan
  • Jumlah kesempatan kerja dan atau pengangguran
  • Jumlah uang beredar / nilai tukar
  • Laju inflasi
  • Pertumbuhan ekonomi
  • Neraca pembayaran internasional (hutang luar negeri)
  • Kesehatan perbankan, kredit macet



Kondisi makro ekonomi saat ini :


1 Februari 2012

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Januari 2012 terjadi inflasi sebesar 0,76%. Inflasi Januari 2012 lebih rendah dibanding di 2011 lalu 0,89% . Besaran inflasi year on year di Januari 2012 lalu mencapai 3,65% dan masih dibawah anggaran APBN 2012 sebesar 5.3%.
Inflasi pada tahun 2011 dicapai sebesar 3.79%. Tahun 2012 BI menargetkan inflasi 4.5% +/- 1%.

Dengan nilai Inflasi yang rendah di awal tahun 2012 sinyal yg baik untuk tahun 2012.
Great Macro ekonomi Maintenance.

18 Januari 2012

Pada hari ini  Moody's Ratings menaikan peringkat invesment grade RI dari ba1 menjadi baa3, peningkatan rating ini akan memberi katalis buat peningkatan investasi di dalam negeri sehingga dapat menggerakan sektor ril dan sektor2x banking, infrastruktur, consumer, sement, property, dll pada pasar modal maupun dunia bisnis umumnya.

Dengan naiknya peringkat “invesment  grade” tersebut menunjukan bahwa stabilitas makro dan mikro ekonomi, politik dan sosial dipandang sehat di mata seluruh dunia.

 

15 Desember 2011

Pada tgl. 15 Desember, hari ini Indonesia memperoleh kenaikan peringkat menjadi "INVESTMENT GRADE" oleh lembaga peringkat kelas dunia FITCH RATINGS. Dengan naiknya peringkat ini sesuai dengan kinerja dari pemerintah yang dapat mempertahankan stabilitas makroekonomi. Moment ini menjadi peluang Indonesia untuk lebih meningkatkan kembali performan Fundamental.


14 November 2011

Pada tgl. 10 November 2011 Bank Indonesia kembali menurunkan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 6%. Penurunan tersebut sebagai strategi monetary fiscal untuk menggerakan ekonomi domestik dan untuk mengantisipasi krisis utang Yunani dan Italia. Dengan penurunan BI rate ini maka diharapkan akan memperkuat sektor ril sehingga pasar domestik akan tetap berjalan sehingga pertumbuhan ekonomi masih dapat melanjutkan kenaikannya. Peluang tersebut sangat baik untuk peluang investasi kedepan, sehingga akan mengalir dana dari luar untuk investasi di Indonesia. Dengan mengalirnya dana ke sektor ril maka akan menguatkan nilai rupiah terhadap dolar dan peluang ini sangat bermanfaat terhadap utang luar negeri RI yang akan menjadi ringan pembayarannya.


22 JUNI 2011

Pada minggu kemarin terjadi penurunan index secara global, baik untuk IHSG maupun regional. Penurunan tersebut disebabkan karena kekawatiran akan negara Yunani harus membayar utangnya (sudah jatuh tempo) sementara itu kemampuan untuk membayar tidak ada.

Berapa besarkah pengaruh Yunani terhadap Uni Eropa atau regional?
Bila dilihat berdasarkan besarnya kontribusi GDP dari Yunani kepada Uni Eropa maka sangat kecil yaitu sebesar 2%. Apakah dampak dari krisis Yunani akan mempengaruhi regional?  Dengan kontribusi GDP 2% maka tidak akan mempengaruhi secara signifikan, karena negara besar di Uni Eropa sanggup untuk membantunya.


17 NOVEMBER 2010

BI masih tetap mempertahankan suku bunga dilevel 6.5 dan diduga hingga akhir tahun 2010 dan awal tahun 2011 masih akan mempertahankan suku bunga tersebut, dengan perkiraan bahwa inflasi hingga akhir tahun masih dapat berada dibawah 6%.

Isu perang kurs saat ini sudah mulai diredakan dengan ada kesepakatan dari negera2x G20 untuk tetap menjaga kursnya masing2x negara sesuai dengan mekanisme pasar. Pesan ini sangat baik untuk mendukung perekonomian global.

 
18 OKTOBER 2010


BAnk Indonesia (BI) optimis target inflasi pada tahun 2010 dapat berada dibawah 6%, dengan target yang diharapkan 5.3%.
Untuk mencapai target tersebut diharapkan kebutuhan pokok dapat selalu dipenuhi sehingga tidak memicu inflasi.


4 OKTOBER 2010

Dengan menguatnya rupiah ternyata tidak mengurangi kinerja eksport non migas. Ini berarti penguatan rupiah terhadap dollar sudah dapat dikendalikan dampaknya terhadap nilai eksport sebagai penyumbang devisa.

Kenaikan kumulatif ekspor sebesar 36.25% disumbang sebagian besar oleh sektor batu bara dan CPO. Dengan negara tujuan pertama Jepang, China dan USA. Indikasinya bahwa perekonomian Jepang dan USA yang terkena dampak krisis 2007 sudah mulai pulih.

Angka Inflasi september sebesar 0.44%, dengan demikian inflasi tahun kalender Januari-September 2010 sebesar 5.28% dan y o y sebesar  5.8%. Dengan nilai inflasi yang masih terkendali kemungkinan besar BI rate besok tgl. 5 Oktober akan tetap berada dilevel 6.5.
Dengan kondisi tersebut maka sektor perbankan, infrasturktur pada kuartal 4 akan masih mendominasi.

Dan kemungkinan besar sektor Agri pun akan meningkat.



 
Copyright © KayElwave Home | Membership | Education | Market Analisa | Analisa Saham | Forum